-->
â�¢ Valkyrie: Redefining the Art of Low-Riding  Ã¢�¢ Fiat 124 Rondine & 125 GTZ: Forgotten Italian Design Legends  Ã¢�¢ Gebhardt Motorsport: Racing Innovation Redefined  Ã¢�¢ Vauxhall VX220 Reinvented: The V8-Powered Caral VX S Sport  Ã¢�¢ Luigi Colani’s Unique Take on the AC 428 Convertible  Ã¢�¢ Matra's Legendary Journey to Le Mans Glory  Ã¢�¢ White Motorcycle Concepts & Pininfarina Unveil Aerodynamic Hybrid Bike Design  Ã¢�¢ Darryl Starbird's Electra: Transformed into X-Cel and Lost Forever  Ã¢�¢ GM Futurliners: The Iconic Vehicles That Brought the Future to America  Ã¢�¢ America’s Smallest Electric Truck: Telo MT1 Redefines Compact Power  Ã¢�¢ FNM 2000 Onça: Brazil’s Rare Answer to the Ford Mustang  Ã¢�¢ Yamaha FFE 350: Revolutionary Forkless Custom Motorcycle  Ã¢�¢ All-New Bertone Runabout: Modern Revival of a Classic Icon  Ã¢�¢ 1937 Lewis Airomobile: The Futuristic Three-Wheeler That Never Took Off  Ã¢�¢ Small Cars, Big Impact: The Legendary Fiat Abarth OT 'Periscopio'  Ã¢�¢ Phoenix Trike Roadster: Bold Design Meets Power on Three Wheels  Ã¢�¢ Rossellini by Castagna: A Masterpiece of Italian Coachbuilding  Ã¢�¢ Power and Prestige: Aston Martin V8 Vantage Le Mans  Ã¢�¢ Pontiac Sunfire Concept: The Ambitious Car That Never Was  Ã¢�¢ Preserving the Legacy of the King Cobra  
Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu
Thursday, April 03, 2025

Friday, May 11, 2012

Penemu Awal Pengobatan Penyakit Lupus

NIELS RYBERG FINSEN (1860-1904)
Neils Ryberg Finsen, dilahirkan pada tanggal 15 Desember 1860 di Thorshavn, ibu kota Kepulauaan Faroe, bagian dari Denmark yang terletak di utara Kepulauaan Britania. Putra dari pasangan Hannes Steingrim Finsen (ayah) dan Johanne Froman (ibu) ini, menghabiskan masa kecilnya dengan bersekolah di beberapa sekolah di Thorshavn dan Herlufsholm, Denmark. Ayahnya, Hannes Steingrim Finsen adalah pejabat tinggi di pemerintahan Kepulauaan Faroe, pada masa itu.

Pada tahun 1876, Niels pindah ke sekolah di Reykjavik, Islandia, lalu meneruskan sekolah di Denmark Setelah tamat, pada tahun 1882, Niels melanjutkan pendidikan ke Kopenhagen mengambil bidang kedokteran. Ia menempuh ujian kedokteran pada tahun 1890 dan menerima gelar dokter pada tahun 1891. Niels lalu mengajar bidang anatomi di departemen pembedahan dan tak lama berselang, ia pun menjadi prosector anatomi di University of Copenhagen.

Pada tahun 1893, Niels yang begitu berminat pada cahaya matahari, melakukan serangkaian percobaan ilmiah mengenai fototerapi atau efek cahaya untuk pengobatan. Sebenarnya, sejak kanak-kanak Niels memang sangat menyukai melakukan pengamatan terhadap cahaya matahari sehingga ketika mahasiswa pun ia rajin mengamati pengaruh matahari terhadap jaringan serangga, berudu, dan pada binatang lainnya.

Besarnya minat yang dimiliki Niels untuk mempelajari cahaya matahari, menjadikannya fokus pada hal-hal yang menyangkut pengobatan penyakit oleh cahaya matahari. Ia memulainya dengan mengamati pengobatan luka cacar yang disebabkan oleh virus, dengan menggunakan cahaya matahari.
Aplikasi sinar terkonsentrasi Finsen dengan cahaya buatan. [Perpustakaan dan Museum Sejarah Medis. Universitas Valencia. Spanyol] (Gambar dari: http://www.historiadelamedicina.org/)
Dalam percobaan sederhana, Niels memperoleh kesimpulan bahwa dalam cahaya matahari, terkandung suatu zat lamia tertentu atau terdapat busur listrik dari cahaya matahari yang memiliki efek merangsang pada suatu jaringan jika radiasinya terlalu kuat.
Penerapan sinar matahari terkonsentrasi ke daerah yang terkena infeksi penyakit. [Perpustakaan dan Museum Sejarah Medis. Universitas Valencia. Spanyol] (Gambar dari: http://www.historiadelamedicina.org/)
Radiasi dari matahari yang kuat justru akan merusak jaringan, walaupun tubuh memiliki kekuatan melawan efek radiasi tersebut dengan pembentukan pigmen, tetapi tetap saja radiasi itu bersifat merusak Dengan demikian, ia menyimpulkan bahwa untuk penyakit cacar, pasien akan lebih baik jika menghindari cahaya matahari terutama menghindari kandungan kimia perusak tersebut.

Dalam beberapa rangkaian percobaannya, cahaya matahari yang telah melewati serangkaian proses penyaringan hingga diperoleh cahaya merah, yaitu cahaya akhir spektrum merah, dikombinasikan dengan cahaya matahari (ultraviolet) yang telah disaring, dapat berguna untuk pengobatan tuberkolosis (TBC). Setelah menerbitkan karya-karya penting dalam bidang fototerapi dalam kurun waktu 1893 hingga 1894, Niels lalu mulai meneliti pengobatan terhadap penyakit lupus vulgaris yang disebabkan oleh bakteri, dengan cara fototerapi.

Dengan mengumpulkan hasil-hasil riset mengenai cahaya matahari yang terdahulu, yaitu riset yang menyatakan bahwa sinar matahari dapat membunuh bakteri, Niels lalu mencoba memfokuskan cahaya buatan melalui prisma, menyaringnya berkali-kali sehingga setelah sekian lama melakukan percobaan, ia menyimpulkan bahwa pada konsentrasi yang tinggi tetapi tertentu, sinar ultraviolet dapat menyerang secara efektif jaringan yang sakit.

Penemuannya ini menyebabkan penggunaan sinar ultraviolet dengan konsentrasi tertentu menjadi pilihan untuk pengobatan lupus vulgaris dalam beberapa dasawarsa. Niels lalu mendirikan Institut Cahaya di Kopenhagen, tempat ratusan pasien lupus vulgaris berhasil disembuhkan.

Atas jasa-jasanya pada bidang ilmu fototerapi, Niels banyak memperoleh penghargaan, di antaranya gelar profesor pada tahun 1898 dan menjadi knight dari orde Dannebrog. Niels adalah anggota kehormatan dari berbagai organisasi kemasyarakatan di Skandinavia, Rusia, Jerman, dan lain-lain. Niels pun memperoleh medali emas Denmark untuk usaha-usahanya di bidang kesehatan. Pada tahun 1903 Niels Ryberg Finsen memperoleh hadiah Nobel untuk bidang fisiologi atau kedokteran. Pada tahun 1904, Niels memperoleh hadiah dari University of Edinburgh. Pada tanggal 24 September 1904, Niels Ryberg Finsen meninggal dunia. *** [YAYIZA | PIKIRAN RAKYAT 10052012]
Note: This blog can be accessed via your smart phoneEnhanced by Zemanta
Kindly Bookmark and Share it:

Comments

Loading... Logging you in...
  • Logged in as
There are no comments posted yet. Be the first one!

Post a new comment

Comments by